Hehehe, gambarnya nyelneh ya.. itu senyum – senyum
sendiri. Tapi bukan itu lho yang saya
harapkan. Saya cuman mau mengingatkan saja, bukan menggurui ya. Karena saya pun
masih belajar jadi orang yang bener. Kebanyakan kita nih, paling susah
melakukan kebiasaan baik yang namnya menabung. Padahal gembar – gembor kita
dari TK, kalau ditanya guru” Anak –
anak, ayo siapa yang tahu. Rajin pangkal......?
“PANDAI! “ Ayo coba, siapa yang
tahu hemat pangkal....? “KAYA BU GURU!
Jadi teringat anak – anak TK AL HIKMAH nih, anak- anaknya semua cerdas-
cerdas.
Sahabat, ada seorang teman bertanya ke saya “ Mas Sigit,
saya mau nanya. Kita ini kan sudah tahu ya kalau hemat itu pangkal kaya. Bahkan
kita tahu bahwa boros itu perbuatan setan, tapi kenapa ya susah banget menejauhinya.
Tahu – tahu habis saja uang di dompet. Padahal niatnya beli ini, jadi nggak
kebeli”
Saya jawab gini” aduh mas, saya juga hanya bisa ngomong.
Kalau melakukannya juga saya susah” hehehehe. Jadi sebenarnya apa ya yang mau
saya tulis, jadi bingung nih. Oh iya, walaupun saya belum sebegitu mahirnya
mengelolah keuangan saya, saya punya tips nih buat sahabat – sahabat yang
berdompet tipis tapi tetep mau eksis. Tipsnya gimana ya, udah deh baca aja.....
Jangan
taruh seada-adanya uang di satu tempat yang sama.
Menurut saya, cara ini sangat efektif untuk
mengingatkan kita bahwa kita lagi nggak ada uang. Kok bia begitu ya?
Biasanya orang ketika belanja di pasar,
selalu berusaha melakukan dua hal.
Pertama, membeli sebanyak apaun barang yang
diingini. Setiap orang rata-rata kalau sudah berada di tempat perbelanjaan,
melihat baju-baju yang cemerlang, melihat sepatu yang mengkilap. Sukanya mudah
khilaf ngeluarin uang, hehehe tahunya habis aja gitu. Padahal yang kita
inginkan belum tentu kita butuhkan ya. Siapa tahu kan, ada yang lebih penting
cuman kita lagi lupa aja.
Kedua, menyisakan uang ketika pulang biar
nggak dikatain boros. Seboros –borosnya orang, pada akhirnya juga lesu kalau
lihat dompetnya kerempeng alias nggak ada isinya sama sekali. Pasti deh disisain
uangnya, walaupun cuman untuk ongkos pulang. Hehehe
Karena dua hal di atas selalu menghampiri
kita, alangkah lebih baiknya ya kalau kita pisah –pisahkan uang kita. Supaya
kalau dompet kita tiba –tiba hilang kita masih punya cadangan uang di tempat
lain.
Terus dengan memisah –misahkan uang, kita
jadi lebih bijak lho kalau belanja. Meskipun hemat itu sebelas duabelas dengan
pelit. Tapi jangan disamakan ya, karena 11 dengan 12 pun beda. Hemat itu,
karena kita memikirkan kenutuhan kita yang lain yang lebih penting. Sedangkan
pelit, itu karena kita nggak suka ngeluarin duit. Apa –apa ditung dengan duit
hehehe. Jadi kita harus bisa lebih bijak menggunakannya, kita belanjakan
seperlunya saja.