| power point |
Hai sahabat cerdas,
Assalamualaikum dan selamat malam. Udah malam nih, pukul 22.39... Tapi nggak
bisa tidur. Beginilah jadi bujangan, kalau malem tidurnya sendirian. Hanya
bantal guling sebagai teman, mata melotot pikiran melayang hehehe, kok malah nyanyi sih. Jadi daripada
mikir2 nggak karuan, pikiran melayang kemana –mana, lebih baik nulis untuk di posting besok pagi,
oke yang setuju cukup senyum hehehe.
Nanti aja deh ngasih judulnya,
sekarang saya mau berbagi tips membuat ppt ( power point presentation) dengan
yang menarik namun berkualitas. Ingat ya, sesuatu yang menarik belum tentu
berklualitas lho, jadi kalau mau menjadi yang menarik. Maka kualitaslah yang
utama.
Media pembelajaran yang satu ini
hampir semua kalangan sudah mengetahuinya, mulai dari dosen, guru, mahasiswa
dan pelajar rata – rata sudah kenal dengan si ppt ini. Bagaimana tidak, hampir
setiap kegiatan diskusi, presentasi selalu menggunakan ppt. Rasanya orang –
orang sudah mahir ya buat ppt. Pokokknya PPT, media belajar yang praktis, simple,
mudah dan nggak bosenin alias T O P B G T. Namun ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, yuk kita pelajari sama – sama:
1 1. Pemilihan
Background
Background atau
latar power point, sebenarnya bisa divariasikan semau kita. Tetapi orang yang
bijak selalu menyesuaikan backgroundnya dengan isi dari presentasi. Jadi kita
harus bisa tuh menyesuaikan, antara materi presentasi dengan backgroundnya.
Aneh kan, kalau misalnya isi materi kita tentang membuat kue, terus
backgroundnya warna atau gambar – gambar gelap. Kan nggak masuk akal. Hehe
2. pemilihan
Theme Font dan Ukuran Fontnya
Jenis huruf
merupakan hal yang paling penting yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah
pwer point, usahakan memilih font yang jelas, mudah dibaca dan simple – simple
saja. Ingat ya, tujuan power point adalah menyampaikan informasi secara visual
yang menarik. Jadi hurufnya harus jelas terbaca. Misalnya, Times New Roman,
Calibri, dll. Yang jelas hindari ya, huruf – huruf yang bergaya –gaya, karena
biasanya saking gayanya nggak bisa atau susah bacanya. Niatnya mau keren eh
malah jadi ganggu kan nggak enak. Hehehe
Terus ukurannya
juga ya, kan nggak semua mata kita masih jeli jadi fontnya jangan terlalu
kecil. Untuk ukuran judul, 36 lah, kalau isi 28 ya.
3. 3. penulisan
Iformasi atau Materi Presentasi
Saya sering
menemukan dalam sebuah kegiatan presentasi, banyak audience yang tertidur,
ngantuk atau males – malesan. Ayo, sering nemuin kan? Hehe kira – kira apa ya
penyebabnya? Kalau menurut kaca mata Mas Sigit, Penyebabnya adalah karena sang
penyaji bukanlah presentasi, tetapi membaca materi. Gimana nggak, seluruh
pembahasan sudah ditulis dari A – Z di slide presentasi.
Ingat ya, presentasi adalah menyampaikan
informas atau materi yang telah kita kuasai sebelumnya. Gimana mau nransfer ke
orang lain coba, kalau kitanya juga nggak ngerti. Jadi pwer point yang bagus,
hanya menampilkan pint – point dari materi kita saja. Selebihnya, kita jabarkan
secara lisan, itu akan lebih interaktif bukan?
4. 4. pemilihan
Gambar
Ini nih,
penyakitnya bagi kita – kita yang baru – baru. Kalau buat PPT, semua gambar,
semua animasi yang kita punya semuanya ingin dimasukkan. Kadang – kadang nggak
nyambung banget dengan isi materi. Hehehe
Menambahkan
gambar memang sangat baik dalam sebuah presentasi, karena bisa meningkatkan daya
ingat pada materi yang dipresentasikan. Tapi itu hanya akan terjadi, jika
gmabar yang ditampilkan berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan. Jadi
harus sesuai ya, antara isi dengan gambar tadi.
Coba deh,
kebayang kan, kalau pptnya tentang matriks trus kita kasih gambar bebek lagi
berenang, kemana coba nyambungnya... Coba kalau misal gambarnya berkaitan
dengan matriks, lebih bagus bukan? Tapi bukan berarti setiap slide ada gmabar
ya, nanti bukannya bikin menarik malah ganggu lagi.
5. 5. Pemilihan
Animasi
Sahabat cerdas,
kebayang nggak kalau lagi presentasi pers kuadrat. Ada yang nyeletuk begini:
Wah, asyikya tuh
bebek lagi berenang....
Hehehe, ngapain
tuh kucing muter-muter melulu...
Hehehe, lagi
dengerin presentasi serius ada yang bilang gitu. Ketawa deh seisi kelas, buyar
konsentrasinya. Animasi ya animasi, tapi jangan sampai buyarin konsentrasi ya.
Animasi yang
ditampilkan juga hendaknya berkaitan dengan materi, sehingga penyaji bisa
menggunakannya untuk menjelaskan materinya. Misal nih, lagi presentasi tentang
pertumbuhan kecambah, kan bagus kalau ada animasinya.
6. 6. Mencantumkan
sumber
Orang yang bijak
adalah orang yang selalu senang untuk menghargai orang lain, jadi hargailah
orang lain meskipun sahabat tidak mengenalnya. Kebanyakan seorang blogger sah –
sah saja tulisannya di copas, namun bagi kita yang sudah ngerti, kita tuliskan juga ya sumbernya kita dapat
darimana. Ingat lho, kalau mau dihargai oleh orang lain, maka kita harus
belajar menghargai orang lain terlebih dahulu.
Nah kira – kira,
itulah point –point yang bisa sampaikan. Sepele sih, tapi semoga bermanfaat ya.
Udah malem nih, selamat malam dan selamat tidur.
No comments:
Post a Comment