Monday, November 23, 2015

TIPS BUAT Power Point Profesional

power point

        Hai sahabat cerdas, Assalamualaikum dan selamat malam. Udah malam nih, pukul 22.39... Tapi nggak bisa tidur. Beginilah jadi bujangan, kalau malem tidurnya sendirian. Hanya bantal guling sebagai teman, mata melotot pikiran melayang  hehehe, kok malah nyanyi sih. Jadi daripada mikir2 nggak karuan, pikiran melayang kemana –mana,  lebih baik nulis untuk di posting besok pagi, oke yang setuju cukup senyum hehehe.
       Nanti aja deh ngasih judulnya, sekarang saya mau berbagi tips membuat ppt ( power point presentation) dengan yang menarik namun berkualitas. Ingat ya, sesuatu yang menarik belum tentu berklualitas lho, jadi kalau mau menjadi yang menarik. Maka kualitaslah yang utama.
         Media pembelajaran yang satu ini hampir semua kalangan sudah mengetahuinya, mulai dari dosen, guru, mahasiswa dan pelajar rata – rata sudah kenal dengan si ppt ini. Bagaimana tidak, hampir setiap kegiatan diskusi, presentasi selalu menggunakan ppt. Rasanya orang – orang sudah mahir ya buat ppt. Pokokknya PPT, media belajar yang praktis, simple, mudah dan nggak bosenin alias T O P B G T. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yuk kita pelajari sama – sama:
1       1. Pemilihan Background
Background atau latar power point, sebenarnya bisa divariasikan semau kita. Tetapi orang yang bijak selalu menyesuaikan backgroundnya dengan isi dari presentasi. Jadi kita harus bisa tuh menyesuaikan, antara materi presentasi dengan backgroundnya. Aneh kan, kalau misalnya isi materi kita tentang membuat kue, terus backgroundnya warna atau gambar – gambar gelap. Kan nggak masuk akal. Hehe

      2. pemilihan Theme Font dan Ukuran Fontnya
Jenis huruf merupakan hal yang paling penting yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah pwer point, usahakan memilih font yang jelas, mudah dibaca dan simple – simple saja. Ingat ya, tujuan power point adalah menyampaikan informasi secara visual yang menarik. Jadi hurufnya harus jelas terbaca. Misalnya, Times New Roman, Calibri, dll. Yang jelas hindari ya, huruf – huruf yang bergaya –gaya, karena biasanya saking gayanya nggak bisa atau susah bacanya. Niatnya mau keren eh malah jadi ganggu kan nggak enak. Hehehe
Terus ukurannya juga ya, kan nggak semua mata kita masih jeli jadi fontnya jangan terlalu kecil. Untuk ukuran judul, 36 lah, kalau isi 28 ya.
3.     3. penulisan Iformasi atau Materi Presentasi
Saya sering menemukan dalam sebuah kegiatan presentasi, banyak audience yang tertidur, ngantuk atau males – malesan. Ayo, sering nemuin kan? Hehe kira – kira apa ya penyebabnya? Kalau menurut kaca mata Mas Sigit, Penyebabnya adalah karena sang penyaji bukanlah presentasi, tetapi membaca materi. Gimana nggak, seluruh pembahasan sudah ditulis dari A – Z di slide presentasi.
 Ingat ya, presentasi adalah menyampaikan informas atau materi yang telah kita kuasai sebelumnya. Gimana mau nransfer ke orang lain coba, kalau kitanya juga nggak ngerti. Jadi pwer point yang bagus, hanya menampilkan pint – point dari materi kita saja. Selebihnya, kita jabarkan secara lisan, itu akan lebih interaktif bukan?

4.       4. pemilihan Gambar
Ini nih, penyakitnya bagi kita – kita yang baru – baru. Kalau buat PPT, semua gambar, semua animasi yang kita punya semuanya ingin dimasukkan. Kadang – kadang nggak nyambung banget dengan isi materi. Hehehe
Menambahkan gambar memang sangat baik dalam sebuah presentasi, karena bisa meningkatkan daya ingat pada materi yang dipresentasikan. Tapi itu hanya akan terjadi, jika gmabar yang ditampilkan berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan. Jadi harus sesuai ya, antara isi dengan gambar tadi. 
Coba deh, kebayang kan, kalau pptnya tentang matriks trus kita kasih gambar bebek lagi berenang, kemana coba nyambungnya... Coba kalau misal gambarnya berkaitan dengan matriks, lebih bagus bukan? Tapi bukan berarti setiap slide ada gmabar ya, nanti bukannya bikin menarik malah ganggu lagi.
5.       5. Pemilihan Animasi
Sahabat cerdas, kebayang nggak kalau lagi presentasi pers kuadrat. Ada yang nyeletuk begini:
Wah, asyikya tuh bebek lagi berenang....
Hehehe, ngapain tuh kucing muter-muter melulu...
Hehehe, lagi dengerin presentasi serius ada yang bilang gitu. Ketawa deh seisi kelas, buyar konsentrasinya. Animasi ya animasi, tapi jangan sampai buyarin konsentrasi ya.
Animasi yang ditampilkan juga hendaknya berkaitan dengan materi, sehingga penyaji bisa menggunakannya untuk menjelaskan materinya. Misal nih, lagi presentasi tentang pertumbuhan kecambah, kan bagus kalau ada animasinya.
6.       6. Mencantumkan sumber
Orang yang bijak adalah orang yang selalu senang untuk menghargai orang lain, jadi hargailah orang lain meskipun sahabat tidak mengenalnya. Kebanyakan seorang blogger sah – sah saja tulisannya di copas, namun bagi kita yang sudah ngerti,  kita tuliskan juga ya sumbernya kita dapat darimana. Ingat lho, kalau mau dihargai oleh orang lain, maka kita harus belajar menghargai orang lain terlebih dahulu.
Nah kira – kira, itulah point –point yang bisa sampaikan. Sepele sih, tapi semoga bermanfaat ya. Udah malem nih, selamat malam dan selamat tidur. 

No comments:

Post a Comment