Ikhlas Memberikan manfaat
Hai Sahabat cerdas yang
semoga sedang berbahagia, selamat malam. Walau dingin karena hujan dari tadi
sore. Saya tetep mau berbagi ilmu yang baru saya dapatkan sekitar 1 jam yang
lalu. Tadi pulang kuliah jam 5, hujan sangat deras dan nggak reda-reda. Jadi
akhirnya mutusin untuk menginap ke rumah sahabat, sahabat sekaligus kakak dan
contoh bagi saya. Saya nggak merasa rugi walau malam ini nggak pulang ke rumah,
maklum ya rumah saya jauh dari tempat saya kuliah kurang lebih 20 km. Tapi saya
yakin tidak akan ada usaha dan perjuangan yang sia-sia. Oh ya, walau ngetiknya malem2, postingan ini paling bisa di post besok paginya karena saya ngeblog ngandelin wifi gratis di sekolah tempat saya bekerja.
Baiklah sahabat, dalam
postingan ini saya ingin berbagi ilmu yaitu hal – hal yang menjadikan kita jauh
dari kebahagiaan. Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, namun tidak semua
orang menyadari bahwa layaknya ilmu matematika, sains dan ilmu lainnya.
Kebahagiaan hanya dapat kita capai jika kita mengetahui ilmunya.
Kebanyakan orang yang
belum kaya membayangkan dan mengatakan bahwa jika mereka menjadi kaya mereka
akan menjadi bahagia. Benarkah demikian?
Saya pernah mendengar
bahwa ada seorang miliarder yang mempunyai harta yang sangat banyak, rumah
mewah dan mobil yang tak terhitung akhirnya memutuskan untuk menyedekahkan
seluruh hartanya kepada orang miskin dan panti asuhan. Ia lebih memilih tinggal
di sebuah pondok di dekat pegunungan, kemudian beraktivitas layaknya orang
–orang pada umunya.Dan ia berkata, bahwa ia sangat bahagia.
Ada hal – hal yang harus
kita hindari agar kita bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup:
1 1.
Menganggap dirinya lebih baik dari orang
lain
Hal
ini adalah penyakit yang senantiasa menghampiri kita tanpa kita sadari, padahal sifat ini sangatlah tidak baik dan bisa menjadi penyebab seseorang tidak bahagia. Mengapa bisa seperti itu?
Ketika kita selalu merasa lebih baik dari orang lain, maka hidup kita tidak akan tenang. Kalau melihat orang lain mendapatkan kebaikan, kita akan selalu saja berprasangka buruk, mencurigainya, dan bahkan tidak percaya kalau orang itu mendapatkan hal itu. Ketahuilah bahwa, kebahagiaanmu ditentukan oleh dirimu sendiri. Tidak perlu sibuk menilai dan mengkritisi orang lain. Justru sebaliknya, yang harus kita lakukan adalah menilai diri kita sendiri, sudah baikah kita selama ini? Sudah berapa banyak manfaat yang kita berikan kepada orang lain? Sudah atau belum, memberikan manfaat kepada orang lain adalah sebuah sedekah untuk kebahagiaan kita. Tidak perlu mengharapkan balasan dari seorang manusia. Lakukan semuanya dengan ikhlas dan Tuhan akan membalasnya dengan berlipat ganda.
sampai di sini dulu ya, udah malam. Besok pasti saya terusin. Semoga bermanfaat :)
sampai di sini dulu ya, udah malam. Besok pasti saya terusin. Semoga bermanfaat :)
No comments:
Post a Comment