Friday, November 13, 2015

Motivasi Terbaru: Bahagia dengan Memahami ilmu kebahagiaan

Ikhlas Memberikan manfaat

 

Hai Sahabat cerdas yang semoga sedang berbahagia, selamat malam. Walau dingin karena hujan dari tadi sore. Saya tetep mau berbagi ilmu yang baru saya dapatkan sekitar 1 jam yang lalu. Tadi pulang kuliah jam 5, hujan sangat deras dan nggak reda-reda. Jadi akhirnya mutusin untuk menginap ke rumah sahabat, sahabat sekaligus kakak dan contoh bagi saya. Saya nggak merasa rugi walau malam ini nggak pulang ke rumah, maklum ya rumah saya jauh dari tempat saya kuliah kurang lebih 20 km. Tapi saya yakin tidak akan ada usaha dan perjuangan yang sia-sia. Oh ya, walau ngetiknya malem2, postingan ini paling bisa di post besok paginya karena saya ngeblog ngandelin wifi gratis di sekolah tempat saya bekerja.
Baiklah sahabat, dalam postingan ini saya ingin berbagi ilmu yaitu hal – hal yang menjadikan kita jauh dari kebahagiaan. Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, namun tidak semua orang menyadari bahwa layaknya ilmu matematika, sains dan ilmu lainnya. Kebahagiaan hanya dapat kita capai jika kita mengetahui ilmunya.
Kebanyakan orang yang belum kaya membayangkan dan mengatakan bahwa jika mereka menjadi kaya mereka akan menjadi bahagia. Benarkah demikian?
Saya pernah mendengar bahwa ada seorang miliarder yang mempunyai harta yang sangat banyak, rumah mewah dan mobil yang tak terhitung akhirnya memutuskan untuk menyedekahkan seluruh hartanya kepada orang miskin dan panti asuhan. Ia lebih memilih tinggal di sebuah pondok di dekat pegunungan, kemudian beraktivitas layaknya orang –orang pada umunya.Dan ia berkata, bahwa ia sangat bahagia.

Ada hal – hal yang harus kita hindari agar kita bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup:
1 1.     Menganggap dirinya lebih baik dari orang lain
   Hal ini adalah penyakit yang senantiasa menghampiri kita tanpa kita sadari, padahal sifat ini sangatlah tidak baik dan bisa menjadi penyebab seseorang tidak bahagia. Mengapa bisa seperti itu?
Ketika kita selalu merasa lebih baik dari orang lain, maka hidup kita tidak akan tenang. Kalau melihat orang lain mendapatkan kebaikan, kita akan selalu saja berprasangka buruk, mencurigainya, dan bahkan tidak percaya kalau orang itu mendapatkan hal itu. Ketahuilah bahwa, kebahagiaanmu ditentukan oleh dirimu sendiri. Tidak perlu sibuk menilai dan mengkritisi orang lain. Justru sebaliknya, yang harus kita lakukan adalah menilai diri kita sendiri, sudah baikah kita selama ini? Sudah berapa banyak manfaat yang kita berikan kepada orang lain? Sudah atau belum, memberikan manfaat kepada orang lain adalah sebuah sedekah untuk kebahagiaan kita. Tidak perlu mengharapkan balasan dari seorang manusia. Lakukan semuanya dengan ikhlas dan Tuhan akan membalasnya dengan berlipat ganda.

sampai di sini dulu ya, udah malam. Besok pasti saya terusin. Semoga bermanfaat :)

No comments:

Post a Comment