BERPIKIR CERDAS: KEBAHAGIAAN, (Andrew
Mathews, Happiness now: 37)
Hello sahabat user,
terima kasih ya sudah menyempatkan waktunya. Oke, kali ini saya akan berbagi
mengenai apa kebahagian itu sebenarnya. Sebelumnya alasan mengapa saya
menuliskan nama Andrew Mathews di dalam judul postingan ini. Karena saya merasa
kagum dan terinspirasi oleh tulisan beliau dalam buku-bukunya. Salah satunya
adalah
tentang kebahagiaan yang akan saya bagikan. Kita memang harus selalu berpikir positif, baca di kita menjadi seperti yang kita katakan Tentunya ada yang saya tambah, semoga bermanfaat.
tentang kebahagiaan yang akan saya bagikan. Kita memang harus selalu berpikir positif, baca di kita menjadi seperti yang kita katakan Tentunya ada yang saya tambah, semoga bermanfaat.
Pertama –tama , kalian
harus menerjemahkan 2 kalimat berikut.
Sengaja saya tidak artikan karena susah untuk dijelaskan dalam bahasa
indonesia. Hehe takut salah makna.
You don’t wait for life
get easier
You make the choice to be
happy first
Saya ingat ketika saya
sedang menunggu agar hidup saya menjadi lebih mudah. Saya berpikir,” When I
have less problem, I,ll be happy”. “Ketika saya
memiliki masalah yang llebih sedikit, saya pasti bahagia”
Kemudia saya perhatikan
sesuatu yang .... Orang paling bahagia yang saya tahu ternyata memiliki lebih
banyak masalah dibanding saya.!
Saya sangat setuju dengan
kalimat ini sahabat, karena saya sering mengalaminya. Orang yang saya pikir
lebih bahagia dari saya ternyata lebih rumit masalahnya dibanding saya.
Misalnya saja kepala sekolah tempat saya bekerja, dia selalu ceria dan terlihat
bahagia. Tidak pernah pusing pokoknya. Saya pikir dia memang bahagia lah, kan
sudah punya sekolah. Tapi ternyata banyak permasalahan yang selalu dia hadapi.
Dan saya mumet kalau memikirkannya hehehe.
Mungkin para sahabat
sekalian juga menemukan hal yang sama. Bahwa orang yang terlihat mempunyai
kehidupan yang enak juga sering merasakan kepahitan. Mereka pernah pata hati,
hehe mereka juga pernah terpuruk, mereka juga pernah menderita penyakit yang
serius. And most likely, mereka tetap memiliki masalah yang besar.
Tetapi mereka bahagia
karena disaat bersamaan mereka berpikir bahwa “merasa bahagia” adalah
satu-satunya jalan untuk hidup.
Kebahagiaan tidak hanya
terjadi pada diri sahabat saja, seperti halnya “musibah”. Hal ini adalah
sesuatu yang kau pilih.
Saya pernah memiliki
sebuah percakapan di radio Cleveland dengan seorang wanita bernama Rena.
Rena mengatakan kepada saya.”
Saya baru saja mendapat ...., Saya .... menjadi....., rumah saya baru saja
terbakar dan sekarang dokter memberitahu saya bahwa kanker saya kambuh untuk ke
tiga kalinya. “ Tapi dia berkataa” Anda tahu, dibalik semua ini, saya
bahagia!.”
Jika sahabat bangun tidur
kemudian berkata,” Saya harap hari ini saya punya hari yang baik, pastilah saya
akan bahagia,” Sahabat tidak pernah memperolehnya. Karena yakinlah, kebahagian
bukan ditemukan di ketiadaannya masalah. Tapi justru di dalam masalah itu
sendiri.
Maksudnya adalah dengan
tidak memiliki masalah, bukan berarti kita bahagia. Justru sebaliknya
kebahagiaan dapat kita rasakan ketika mampu menghadapai masalah yang ada dalam
hidup kita.
Nah begitulah sahabat,
memang kalimatnya harus kita baca berulang-ulang agar kita paham. Saya yakin
sahabat pernah lihat keluarga miskin yang misalnya bahkan tidak punya rumah,
tetapi mereka terlihat bahagia bersama keluarga mereka. Mengapa mereka bahagia?
Ketahuilah bahwa kebahagiaan ada di dalam pikiran kita, agar bahagia. Kita
harus berpikir bahwa kita bahagia.
No comments:
Post a Comment