BERPIKIR CERDAS: MENUMBUHKAN 5
KEPRIBADIAN LUAR BIASA (CHARACTER)
Hai sahabat cerdas, jumpa
lagi ya. Kali ini temanya menurut saya sangat menarik, Mengapa?
Karena banyak dari kita,
bahkan sebagian besar kita belum menemukan karakter kita sendiri. Dalam artian,
kita sering menginginkan menjadi orang lain. Betul apa betul? Dalam pikiran
kita, menjadi orang yang berguna bagi orang lain adalah jika kita ganteng, kaya
dsb.
Saya yakin semasa SMA,
sahabat sekalian pasti pernah merasain yang namanya iri. Iri dengan wajah teman
yang lebih cantik, lebih ganteng, lebih tinggi, lebih putih dan sebagainya.
Sampai-sampai kalau pulang ke rumah langsung mejeng di depan kaca, sambil
bilang gini,” ah, seandainya saya punya wajah yang lebih ganteng, hidung yang
lebih mancung dan tubuh yang bla bla... dsb
Kita sering berpikir
gini:
” Bagaimana orang bisa begitu
berbakat dan brilian?
” “Bagaimana saya bisa
merasa baik dengan kondisi saya yang seperti ini?”
Tetapi beginilah
solusinya:
Ada sesuatu kabar baik
bagi sahabat bahwa hal itu sangatlah salah. Bahkan kita tidak perlu menjadi
jenius kemudian baru dapat bermanfaat bagi orang lain. Kita bisa menjadi
populer, bernilai di mata orang lain hanya karena satu kata saja. Kepribadian.
Kita merasa bahwa orang
lain diciptakan lebih beruntung dari kita. Tapi coba lihat, banyak orang yang
memiliki kekurangan lebih dari kita dan bisa melakukan hal yang lebih dari
kita. Ada banyak atlet lari yang dilaahirkan tanpa sebelah atau sepasang kaki.
Ada banyak ahli komputer yang mengetik dengan kaki karena tidak memiliki tangan
atau bahkan ada yang bisa mengendarai pesawat. Jangan jadikan kekurangan kita
sebagai alasan untuk terpuruk dengan keadaan.
Jadi sebenarnya apa
masalahnya? Ini semua tentang kemauan diri kita sendiri. Mau tidakkah kita mengambil
pelajaran dari setiap masalah yang kita hadapi. Baca juga artikel Mengambil pelajaran hidup
Cantik dan bakat memang
sangat berguna. Namun ada banyak orang yang berbakat dan cantik di sekitar
kita, yang kita tidak kagum terhadapnya bukan. Apa yang mebuat hal itu terjadi?
Kepribadian mereka.
No comments:
Post a Comment