Berpikir Cerdas: Kita Adalah seperti apa yang kita pikirkan (Andrew
Mathews, Happines Now:47)
Hai sahabat cerdas, kali
ini saya akan berbagi mengenani inspirasi yang saya dapatkan dari buku yang
saya baca. Saya pikir tidak ada salahnya jika berbagi, selagi itu bermanfaat
bagi orang lain. Sesuai dengan judul blog saya, tentu saja inspirasi yang saya
bagikan saya harap bisa membuat kita menjadi semakin cerdas, positive thinking dan
bahagia. Baca juga artikel saya ketika hidup terasa sulit, harus apa?
Saya memiliki seorang
teman bernama Peter. Dia selalu mengatakan kepada semua orang,” semua yang saya
usahakan adalah untuk membayar .........”. Dia seperti burung kakak tua! Dan
tidak ada yang mengejutkan...Dia menjadi selalu terpuruk.
Apa yang kalian katakan
akan menjadi bentuk dari kehidupan
kalian. Jika kalian katakan kepada orang – orang bahwa kalian selalu hancur,
kalian akan tetap tinggal dalam kehancuran itu. Jika kalian berharap melupakan sesuatu, maka kalian akan lupa.
Bagaimana jika kalian berperilaku seperti seseorang idiot, maka....
Mari kita bayangkan,
seorang petinju melangkah ke atas ring dan berkata pada dirinya,” Saya adalah
pecundang, saya adalah seorang penakut”.
Lantas, seberapa lama ia
akan bertahan?
Bayangkan juga jika
seorang penyanyi yang naik ke atas panggung dan berkata pada dirinya,”Tidak ada
yng bisa diharapkan dari saya, mereka pasti akan membenci saya”.
Akan baguskah dia
bernyanyi?
Kenyataannya, sebagian
banyak dari kita melakukan hal yang sama setiap harinhya. Kita katakan pada
diri kita:
“saya gemuk.” “saya punya
ingatan yang jelek.” “ saya selalu hancur.” ‘saya seorang idiot.”. Bearti kita
tahu alasannya sekarang, mengapa kita gagal!Kita selalu berpikir negatif pada
diri kita sendiri.
Jadi, bagaimana caranya
memulai untuk berpikir positif? Langkah yang pertama adalah dengan menjaga
lisan kita! Perhatikan apa yang kalian katakan tentang diri kalian.
Mulai hari ini, JANGAN
PERNAH BERKATA SEDIKIT PUN HAL BURUK TENTANG DIRI KALIAN.
Jangan pernah katakan
kepada orang: “saya tidak berguna.” “saya tidak memiliki harapan.” “saya memang
bodoh dalam matematika.” “pacarku selalu saja menyakitiku” dsb...
Buatlah sebuah komitmen,
.” Muali hari ini, saya tidak akan pernah mengkritisi diri saya sendiri. Jika
saya tidak punya hal baik yang bisa dikatakan tentang saya, saya akan tetap
membiarkan mulut saya terkunci.
Walaupun terkadang sulit
untuk mengontrol apa yang kita pikirkan, tapi kita tetap bisa mengontrol apa yang
keluar dari mulut kita. Sekali kita mengontrol perkataan kita, kita akan lebih
berpikir positif dan yakinlah hidup kita akan menjadi lebih baik.
Nah sahabat cerdas,
itulah inspirasi yang saya terjemahkan dari tulisan seorang pembicara, Andrew
Mathews, dalam bukunya yang sangat fantastis “ happiness now”. Sangat
bermanfaat bukan, dalam hadis pun kita dilarang berbicara yang tidak baik.
Seandainya tidak bisa berkata yang baik-baik, maka lebih baik kita tidak
berbicara. Semoga sahabat cerdas semakin cerdas dan bahagia.
Bahwa dalam hidup ini tidak ada yang gagal, kita saja yang telah berhenti untuk mencoba sehingga terpuruk dan tidak menerima yang kita inginkan, meski mudah kalau lewat kata-kata, tapi kalau dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan mudah lebih mudah lagi.
ReplyDelete