Monday, November 9, 2015

motivasi terbaru: membahagiakan orang tua




HAL KECIL PUN BISA MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA


Hai sahabat, selamat pagi. Pagi-pagi begini paling asyik dan bermanfaat untuk nulis artikel yang akan diposting di bog hehe. Kali ini saya akan memberi tips bagaimana membahagiakan orang tua kita. Di dalam blog ini, saya menuliskan sesuatu yang umum. Kebahagiaan yang didambakan oleh seorang manusia,. Baik itu laki – laki, perempuan, muslim, non muslim atau kepercayaan apa pun di dunia ini. Karena saya yakin, seorang manusia akan menerima kebenaran hidup yang berasal dari mana pun. Maka tulisan saya tidaklah ditujukan untuk minoritas saja. Saya harap siapa pun bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tulisan saya ini.
Siapakah orang tua sahabat? Saya yakin sahabat sudah sangat paham dengan siapa itu yang disebut orang tua dan apa hubungannya dengan kita. Sekarang sahabat mari kita merenung, sejak kita dilahirkan sampai menjadi dewasa. Pernahkah sekalipun terngiang dihati kita keinginan untuk membahagiakan kedua orang tua yang mulia ini. Apabila belum maka betapa egoisnya kita sebagai anak, karena hanya memikirkan diri kita, kebahagiaan kita saja. Padahal kedua orang tua memiliki rasa sayang yang sangat besar kepada kita.
Bagaimana kita bisa melalaikan kebahagiaan kedua orang tua. Seorang ibu yang mengandung selama 9 bulan lamanya menunggu kelahiran kita dengan sabar dan ikhlas, melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawanya. Kemudian membesarkan kita dengan penuh cinta.Dan juga seorang ayah, yang tanpanya kita tidak akan ada di dunia ini, beliau memiliki kehangatan dan rasa sayang yang juga sangat besar kepada kita. Siang dan malam yang mereka pikirkan hanyalah cara mencari rezeki yang baik yang bisa diberikan kepada anak-anaknya. Siang dan malam yang ia pikirkan adalah mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhan kita agar kita dapat sekolah, dapat membeli apa yang  kita inginkan. Itu memang kewajiban kedua orang tua, tapi seorang anak juga memiliki kewajiban yang sangat mulia yang harus dipenuhi.
Dalam postingan ini, saya akan mengungkap suatu realita dimana seorang anak sering sekali lalai untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Padahal kebahagiaan mereka dapat kita berikan dengan memulainya pada hal – hal yang kecil saja. Tidak harus menunggu menjadi kaya dan punya banyak uang untuk melakukannya, tidak harus menunggu naik pangkat, jabatan dan sebagainya. Kebahagiaan orang tua tidaklah seperti halnya kebahagiaan yang kita kejar. Kebahagiaan mereka bukanlah uang, tetapi cukup rasa sayang, rasa hormat dan ketulusan dari anak –anaknya.
Lantas bagaimana mengabulkan keinginan orang tua kita tersebut sahabat, kita bisa memulainya dengan hal yang sangat kecil. Mulailah dengan selalu memperhatikan kesehatannya, yang namnya orang tua. Ketika kita sdah beranjak dewasa maka mereka akan semakin tua. Ingatlah bahwa mereka akan semakjin bertambah tua seiring bertambah usia kita. Waktu tidak pernah mau menunggu, suatu hari orang tua kita aka mulai sakit –sakitan. Tubuhnya akan semakin renta dan dia akan kembali kepada penciptanya.
Ketika hari itu tiba sahabat, barulah kita akan merasakan betapa sepinya, betapa kurangnya kita tanpa kasih sayang dari mereka. Mulailah langkah untuk maju ke depan, menyenangkan mereka dengan hal – hal yang kecil. Membelikan mereka alas kaki dengan uang kita sendiri misalnya. Hal yang sederhana, namun tidak pernah terpikir oleh kita bahwa hanya dengan alas kaki, orang tua kita bisa merasakan kasih sayang dari anaknya. Tidak perlu malu karena kita membelinya dari hasil jerih payah kita. Lebih malu mana, antara membelikan sandal yang harganya tidak seberapa dengan melihat orang tua kita berjalan tanpa alas kaki??
Sahabat – sahabat cerdas di mana pun berada, kapan pun kalian membaca artikel ini. Janganlah kalian menilainya sebagai omong kosong belaka, karna saya menulisnya dengan penuh harap bahwa tulisan ini akan membuat perubahan dalam kehidupan kepada sahabat, kepada kedua orang tua pada khususnya. Semoga bermanfaat.

1 comment:

  1. Bahwa dalam hidup ini tidak ada yang gagal, kita saja yang telah berhenti untuk mencoba sehingga terpuruk dan tidak menerima yang kita inginkan, meski mudah kalau lewat kata-kata, tapi kalau dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan mudah lebih mudah lagi.

    ReplyDelete